Friday, April 14, 2017

Dimensi Tanpa Kisi

[Daughter of Abū Shām]
Thu, 2017.04.06//05:07

Yang tak tergenggam memang diluar pantau
Ingin hati senantiasa tinggal di alam jangkau
Sangka batin curam, sukar digapai jejak-jejak bayang
Nyatanya bergelayut manja ia mengawang

Yang tak tergenggam rindu akan kepastian
Terhuyung sayu ke ambang pilihan
Si dia... masa depanku yang tak kasat mata
Tanpa kenal cerah redupnya
Bak dibalut erat, termakan kelip senja
Si dia... terjagal eksistensi realita

Yang tak tergenggam damba akan ceria
Sementara jiwa, terasa lunglai menghempas nafas
Tercerai surai lumpuh tak beranjak
Termenung raga dipeluk gelap
Selaras kosongnya tatap terpaku diam

Pun benak paham,
Rampung sudah labirin keadaan oleh Sang Raja
Tertulis asa kan setia ada
Masa depanku sejauh pandang di ujung sana
Menanti kelu melempar sapa

_____

Masa depan pada puisi ini benar-benar masa depan tentang bagaimana keadaan kita setelah kita menyelesaikan studi, karir, atau partisipasi apa yang bakalan kita salurkan untuk sesama, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan prinsip orang yang bilang masa depan itu adalah si dia si doi apalah itu istilahnya.

Aku belum tertarik dengan pernikahan atau hal-hal yang berbau dengan hati merah jambu, jadi gak akan aku buat puisi yang berhubungan dengan itu hehe.

2 comments:

  1. Salma, ajarin ngeblog. Keren banget, mantapss

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v