Monday, June 1, 2015

Kenapa Harus Kartini? Kenapa Gak Malahayati Aja?

*typos*

Assalamu’alaikum ya akhi ya ukhti. Ajailah... sweet banget sebutannya. Well... ini blog udah lama banget gak kesentuh, karna terlalu banyak deadline, dan berhubungan juga gue baru pindah rumah dan entah kenapa di lokasi sekitar rumah gue ini koneksinya lama banget asli. 

Okeh... gue butuh wifi.
Langsung aja ke topik pembahasan, sebenernya kita mau ngomongin apa sih? Kartini? Telat kali bro, sekarang udah bulan Juni, huwahaha.... iya juga sih. Okelah, kita gak usah ngomongin Kartini, gimana kalo kita ngomongin Malahayati aja? Lebih tepatnya Laksamana Malahayati.... :))

*wutwut?Malahayati?Apaantuh?
*siapa?mengapa?dimana?bagaimana?
*malahayati?huisyi?
*wiihhhorangnyagantengkaliyaasecaralaksamanagitu

(Kecuali orang Marunda.... pasti kata MALAHAYATI itu familiar banget, wakawak secara di daerah Marunda itu ada sekolah pelayaran yang namanya MALAHAYATI. #lungomonginapasihthor)

Yakkkk... tunggu, mungkin gak semua orang tahu akan ke-eksistensian cewek keren pejuang asal Aceh ini. 

*apaaaa
*diacewekbang/?

Hyess... Laksamana Malahayati.
Laksamana, suatu hal yang sangat identik dengan lelaki gagah berkawan dengan kapal dan laut. Tapi, seketika, pandangan itu musnah. Ya, laksamana Malahayati adalah Laksamana Wanita Pertama di Dunia. 


Dan, satu kebanggaan lagi dari dia adalah, wooo... seorang muslimah yang  gigih melawan penjajah. Patut untuk dijadikan contoh untuk kita para muslimah, atau seenggaknya oleh para wanita Indonesia, karena yaa memang Malahayati ini kan satu tanah air dengan kita, bener kan?

Wajar aja kalo kalian gak tau, memang pada dasarnya Malahayati sangat jauh dari kata femes. Tanggal lahir dan tanggal wafatnya aja tidak diketahui, tapi setidaknya ada perkiraan yang mengatakan bahwa dia lahir di sekitar tahun 1575, menurut manuskrip yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia. Nama aslinya adalah Keumalahayati.

Ayahnya adalah Laksamana Mahmud Syah. Sedangkan ibunya telah meninggal dunia ketika Malahayati masih kecil. Kakeknya Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. 

Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Jadi, bisa dibilang Malahayati ini termasuk ningrat lah... mempunyai kandungan darah biru  :D

Nah... pas dewasa, belum Malahati menikah, suaminya gugur melawan Portugis. Dan menjadi janda dalam usia yang sangat muda yaitu 25 tahun. Di Aceh, menjadi janda dalam usia muda bukanlah suatu yang aneh, karena memang pada dasarnya laki-laki disana berperang sampai titik darah penghabisan.

Walaupun begitu, dia gak putus asa, dia menjadi kepala pengawal dan protokol di dalam dan di luar istana. Kemudian menjadi kepala dinas rahasia. Karena banyaknya janda di Aceh, disebabkan peperangan. Malahayati berinisiatif untuk mengorganisir janda tersebut dengan membentuk  Inong Balee.

Inong Balee adalah pasukan khusus perempuan yang terdiri dari para janda. Inoong Balee ngebangun benteng di Teluk Kreung Raya. Sering disebut juga benteng Malahayati. Benteng ini berfungsi sebagai tempat pendidikan bagi 2000 janda anggota pasukan Inong Balee. Oya.. tinggi bentengnya ini sekitar 3 meter.

Melalui benteng ini mereka mengawasi perairan Selat Malaka, mereka mengintai armada-armada Portugis,  Belanda, dan Inggris.

Dan asal kalian tau, bahwa Portugis, Belanda, dan Inggris merupakan negara adidaya pada masa itu sementara mereka menakuti pasukan Malahayati. Gewllaa kerenn kan?!!  Selain ketiga negera tersebut. Arab, China, dan India juga mengakui pengaruh besar yang ditimbulkan oleh Malahayati lhoo... 

Menurut transcript John Davis, bahwa Malahati telah membuat 100 kapal perang yang bermuatan 400 – 500 orang. Ini orang bener-bener pendekar banget yaaa... merinding asli.


Inilah yang paling gue tunggu, kita sering banget kan denger Cornelis de Houtman? Dia sempet dateng pertama kali di banten KALO GAK SALAH, gak tau tahun berapa gue lupa, dan dateng untuk kedua kalinya gue juga gak tau tahun berapa lagi. Tapi, entah kenapa perjalanan si Cornelis ini keputus begitu aja. Gak ada keterangan dipecat, mati atau apalah.

Yang jelas Cornelis De Houtman ini tewas di tangan Malahayati pada  11 September 1599 -911 ceritanya :D- . Awalnya sih Cornelis pengen ngejebak Malahayati pada makan malam untuk ngebicarain jalan damai. Tapi gak kesampean, hahah kasian dehh... niatnya busuknya udah ketauan oleh Malahayati.

Dan yang lebih heroik lagi, si Cornelis ini mati dalam pertarungan duel satu lawan satu diatas geladak kapal. WOOOO... GUE MERINDING NGEFLY ngebayangin seorang wanita yang hanya bersenjatakan rencong bisa ngebunuh laki-laki berkebangsaan Belanda. Serius,,, laki-laki Eropa itu tinggi gede lebar dan kalo dia orang militer pasti gagah bingit... hahhaa *rotfl* kalah sama cewek tanah rencong. Syuppeoo skali pemirsa :D

Nah aku juga mau ngasih kisah-kisah pemerintahan Eropa yang menunjukkan betapa segannya mereka terhadap Malahayati.

Pas Paulus van Caerden ketika datang ke Aceh dan menenggelamkan kapal dagang Aceh. Setelah itu Van Caerden  merampas muatan lada lalu pergi meninggalkan Aceh, Mahkamah Amstredam langsung ngedenda Paulus Van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus diberikan ke kerajaan Aceh.

Terus begitu pula di Inggris, kegagahan Malahayati ini sampe  juga ke telinganya Ratu Elizabeth I, dan akhirnya Ratu Elizabeth I mengirim surat diplomatik yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh. Surat diplomatik ini  membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. 

----------------------------------


Sekarang coba kita berkaca akan fenomena Kartini di Negara ini, gue tanya? Kartini ngapain aja sih? Apa sih usaha yang bisa dibilang gereget untuk memperjuangkan emansipasi wanita. Yaa.. gue tau, ilmu gue dikit, cuma anak kemarin sore yang lagi belajar nge-blog. Tapi, setidaknya gue orang yang nyari tau dan mau tau.

Selama gue baca kisah Kartini, gue cuma tau dia kerjanya cuma nulis surat dan ngajarin anak-anak disekitar kerajaan doang untuk baca tulis. Dan, asal kalian tau bahwa Kartini itu femes setelah dia meninggal. 

Beda banget kan sama Malahayati, yang muslimah, berjuang udah terang-terang-an lah kalo dia itu anti penjajahan. Tapi malah Kartini yang dapet gelar se wow ini/? Ya inilah, konspirasi barat, agar Islam itu tidak terlalu berarti di masa perjuangan. 

Gak usahlah jauh-jauh Malahayati, Dewi Sartika aja deh, yang udah mendirikan sekolah menjahit, memasak, menulis, membaca untuk para wanita aja pamornya kalah jauh sama Kartini. Sedih ya emang...

Maap-maap aja nih ya,,, kenapa sih pejuang Indonesia dulu kebanyakan atau semuanya orang Islam? Yaiyalah... dulu Indonesia kagak ada orang Kristennya, Kristen di Indonesia itu kan asalnya dari si penjajah itu yang memaksa orang untuk berpindah agama.

Ini bukan memojokkan suatu golongan, tapi ini emang fakta. Sekalipun ada orang Kristen sebelum penjajahan, dia udah pasti jadi kaki tangan Portugis Belanda. :V Dan asal kalian tahu bahwa Pahlawan Wanita Christina Martha Tiahahu yang suka digembar gemborkan adalah KEBOHONGAN NYATA YANG DIKARANG OLEH PARA MISIONARIS KRISTEN. Mau tau yang sebenernya? Tenang aja,,, akan diposting secepatnya, tongkrongin aja terus blog ini. wokwokwok


"Biasanya emang begitu, orang yang lebih berperan terkadang atau bahkan sering dilupakan" - Salamatusshodri :"V (sok-sok an nge-quote behh)


0 Comments:

Post a Comment

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v