Friday, November 21, 2014

Beruang Kucing? Binturong? Siapakah Dia?

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Mammalia
Ordo:Carnivora
Keluarga:Viverridae
Marga:Arctictis
Nama Ilmiah:Arctictis binturong
Nama:Binturong
Nama lain:Beruang Kucing, Beruang Asia, Musang Asia
Grup:Mammalia

Lokasi:Hampir di semua Asia Tenggara
Habitat:Hutan, paling banyak ditemukan di hutan tropis
Warna:Cokelat, Abu-abu, Hitam
Tipe Kulit:Berambut
Panjang badan:60cm - 96cm (24in - 38in)
Berat:10kg - 14kg (22lbs - 31lbs)
Kecepatan Tercepat:24km/jam (15mil/jam)
Jenis:Omnivora
Makanan:Buah, Serangga, Burung
Pemangsa:Manusia, Harimau, Ular
Gaya Hidup:Nokturnal/Crepuscular
Perilaku:Soliter/ tertutup
Life Span:10 - 25 tahun
Usia Kematangan:2 - 3 tahun
Periode Kehamilan:92 hari
Rata-rata Kelahiran:2 anak
Nama Binturong Muda:Cub
Periode Penyapihan:6 - 8 minggu
Status Konservasi:Rentan
Keadaan Populasi:Penurunan
Ancaman Terbesar:Hilangnya habitat dan penangkapan
Fitur Spesifik:Ekor yang dapat memegang dan cakar yang tajam



Siapa yang memiliki wajah layaknya kucing, tubuh yang kecil seperti beruang, dan ekor seperti monyet? Dia adalah Binturong, dikenal juga dengan beruang kucing. Binturong memiliki ekor panjang, lemah,  badan yang gempal, berbulu hitam dan agak keabu-abuan, terkadang berbintik-bintik, bertelinga bulat. 


Wajah mereka memiliki bulu yang sedikit lebih ringan dan kaku, kumis putih yang dapat mencapai hingga 8 inci panjangnya. Mereka hewan yang kuat, tumbuh menjadi 2-3 kaki dan beratnya antara 25 dan 50 pound.



Binturong tinggal di hutan tropis, hutan hujan di Asia Tenggara dan jarang terlihat di alam liar. Klasifikasi observasi mereka terkini adalah RENTAN, dengan populasi yang menurun lebih dari 30% dalam jangka waktu 30 tahun terakhir. 


Ancaman utama mereka adalah penghancuran lahan, perburuan, dan perdangan satwa liar. Alamnya mereka yang sangat rahasia membuat beberapa aspek kehidupan mereka tersembunyi hingga kini.


Walaupun mereka disebut juga beruang kucing, tetapi mereka sama sekali tidak mempunyai hibungan kekeluargaan dengan beruang maupun kucing.


Binturong termasuk keluarga Viverridae, sebuah kelompok kuno kecil hingga mamalia berukuran sedang hanya ditemukan di belahan timur. Keluarga ini, yang juga terdapat musang dan genet, mereka adalah salah satu yang paling beragam dari semua keluarga karnivora, yang meliputi 66 spesies yang tersebar di seluruh Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara.



Arti binturong kata tidak diketahui. Bahasa itu berasal dari yang bahasa yang sekarang sudah punah.


Binturong berada di urutan karnivora, tapi mereka kebanyakan makan buah. Di alam liar, mereka makan makanan yang bervariasi yang dapat mencakup bangkai, telur, tunas tanaman dan daun, invertebrata kecil, ikan, burung, mamalia kecil, dan buah-buahan seperti ara pencekik (Ficus altissima). Dalam penangkaran, binturong bisa menikmati makanan anjing, daging giling, wortel, ubi jalar, tomat, apel, pisang, dan anggur.



Mereka berbau seperti popcorn mentega. Seperti anggota lain dari keluarga Viverridae, binturong memiliki kelenjar bau, yang terletak tepat di bawah ekornya. Ketika bergerak, binturong menyeret ekornya, menandai cabang dan dedaunan di wilayahnya. 



Untuk manusia, bau mengingatkan kita dengan popcorn yang diberi mentega, tetapi untuk binturong memiliki arti lain, yaitu cara mereka berkomunikasi bahwa daerah yang ditempati harus digunakan secara bersama. Hal ini juga dapat membantu laki-laki dan perempuan binturong menemukan satu sama lain ketika mereka ingin kawin.



Binturongs hidup tinggi di kanopi hutan dan jarang turun ke tanah. Mereka adalah pendaki yang sangat baik, bergerak perlahan dan hati-hati melalui cabang-cabang pohon, dibantu oleh kaki yang kuat dengan cakar. 

Karena ukurannya yang besar, binturong tidak bisa melompat antara pohon-pohon mereka harus turun ke tanah untuk berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Binturongs bahkan tidur tinggi di cabang-cabang pohon, meringkuk dengan kepala terselip di bawah ekornya.



Mereka memiliki ekor yang dapat memegang. Binturong adalah satu-satunya mamalia di dunia belahan timur dan salah satu dari hanya dua karnivora (yang lainnya adalah kinkajou) dengan ekor dpt memegang. 


Ekornya hampir sepanjang tubuhnya dan bertindak seperti anggota tubuh yang lain saat mendaki. Ekor binturong itu mungkin alat pendakian yang paling penting. Bahkan ketika tidur, ekornya berlabuh aman di sekitar cabang.



Wanita bisa menunda implantasi embrio. Binturongs kawin sepanjang tahun, namun sebagian besar kelahiran terjadi antara Januari dan Maret. Para ilmuwan berpikir ini berarti binturong adalah salah satu dari sekitar 100 spesies mamalia mampu memiliki implantasi tertunda. Hal ini memungkinkan mereka hanya kawin setiap kali mereka menghadapi laki-laki.



Semoga bermanfaat :D

0 Comments:

Post a Comment

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v