Wednesday, April 9, 2014

Dongeng Two Brothers (형제의 우애) - Indonesian translation




옛날에 온 동네 사람들이 알아주는 우애 있는 형제가 살았습니다. 형제는 홀어머니를 모시고 살다가 어머니가 돌아가시자 모든 유산을 똑같이 나누었습니다.

두 형제는 해가 떠서부터 해가 질 때까지 열심히 일했습니다. 가을이 되면 두 형제가 마을에서 가장 많이 추수를 하고, 거둔 곡식을 담아 서로 똑같이 나누었습니다.
어느 가을날 밤에, 형이 생각했습니다. “동생은 몇 달 전에 결혼했기 때문에 돈이 많이 필요할 꺼야. 동생 모르게 쌀 한 가마니를 가져다주어야겠다. 내가 쌀을 더 준다하면 아마 받지 않을 테니까.” 그날 밤, 형은 쌀 한 가마니를 동생의 창고에 가져다 놓았습니다.
다음 날, 형은 창고를 살펴보던 중 쌀가마니 수가 어제와 똑 같은 것을 보고 매우 놀랐습니다. “이상한데? 지난밤에 쌀 한 가마니를 동생 창고에 가져다 놓았는데 말이야.” 형은 가마니 수를 다시 한 번 세어 보았습니다. “음, 오늘 밤 한 가마니를 다시 가져다주어야겠다.”
그래서, 형은 그날 밤늦게 쌀 한 가마니를 더 날라다 놓았습니다.
다음 날 아침, 가마니 수가 변하지 않은 것을 보고 형은 또 한번 놀랐습니다. 형은 고개를 저으며 한 가마니를 더 가져다 주어야겠다고 생각했습니다.
저녁을 늦게 먹은 후, 형은 쌀 한 가마니를 지고 동생 집으로 출발했습니다. 하늘에는 보름달이 밝게 떠있었습니다. 그런데 누군가 저쪽에서 무거운 짐을 지고 오는 것이 보였습니다.
“아니 형님!” “아니 아우야!” 형제는 서로를 동시에 알아보았습니다. 두 형제는 무거운 가마니를 내려놓고 한 참 동안이나 서로 마주보고 웃었습니다. 변하지 않는 가마니 수에 대한 비밀을 알아내었기 때문이죠. 동생 또한 형이 큰 가족을 거느리고 있기 때문에 더 많은 쌀이 필요할 것이라 생각했던 것입니다.
INDONESIAN TRANSLATION
Di suatu masa yang lampau hiduplah dua orang bersaudari di sebuah desa. Kedua bersaudara itu hidup dengan melayani ibunya yang seorang janda. Bahkan mereka membagi bersama semua warisan saat ibunya meninggal dunia.
Kedua bersaudara itu bekerja dengan semangat sejak matahari naik hingga tenggelam. Saat musim gugur dua bersaudara ini panen banyak sekali, mereka saling membagi hasil panen sama rata
Pada suatu malam di musim gugur, Sang kakak berpikir,”Adikku sudah menikah beberapa bulan sebelumnya, karena itu ia pasti membutuhkan banyak uang. Aku harus memberikan sekantung beras tanpa ia ketahui. Karena jika aku memberikan beras berlebih ia mungkin tidak mau menerimanya”. Malam harinya, Sang kakak membawa dan meletakkan sekantung beras di lumbung adiknya.
Keesokan harinya sang kakak sangat terkejut dan melihat di lumbungnya terdapat kantung beras dengan jumlah yang sama dengan kemarin,”Aneh? Tadi malam bukannya aku meletakkan sekantung beras di lumbung adikku” ucap sang kakak sambil menghitung sekali lagi. “Eum, nanti malam aku akan membawa sekantung beras lagi”.
Oleh karena itu sang kakak membawa sekantung beras malam harinya
Esok paginya, Jumlah kantung tidak berubah dan kakak sekali lagi terkejut. Kakak menggelengkan kepala dan berpikir akan memberikan sekantung lagi.
Setelah makan malam berakhir, kakak mengambil sekantung beras dan berjalan menuju rumah adiknya. Bulan purnama di langit bersinar terang. Oleh karenanya siapapun dapat melihat orang yang datang dengan menggendong sesuatu yang berat di sana.
“Tidak, Kakak!” “Tidak, saudaraku” Kakak beradik itu saling mengetahui. Keduanya menjatuhkan kantung yang berat dan tak lama mereka tertawa sambil saling berpandangan. Mereka mengetahui rahasia penyebab tidak berubahnya jumlah kantung. Adik juga kakak berpikiran bahwa kakak/ adik mereka membutuhkan beras lebih banyak karena memiliki keluarga yang lebih besar.
KOSAKATA
옛날 (yetnal): masa lampau
사람 (saram): orang
알다 (alda): tahu
우애 (uae): bersaudara
형제 (hyeongje): saudara laki-laki

살다 (salda): hidup
홀어머니 (horeomeoni): janda
모시다 (moshida): melayani
어머니 (eomeoni); ibu
돌아가다 (toragada): kembali
모든 (modeun); semua

유산 (yusan): warisan
나누다 (nanuda); berbagi
두 (du): dua
해 (hae): matahari
떠다 (tteona): naik

질 (jil): tenggelam
때까지 (ttaekaji): hingga
열심히 (yeolshimhi): dengan semangat
일하다 (irhada): kerja
가을 (kaeul): musim gugur
마을 (maeul): desa

가장 (kajang): paling, ter
많이 (manhi): banyak
추수 (chusu): panen
거두다 (keodu): mengumpulkan, keuntungan panen
곡식 (kokshik): biji, sereal
담다 (tamta): mengisi
서로 (seoro): saling

어느 (eoneu): suatu
날 (nal): hari
밤 (pam): malam
형 (hyeong): kaka laki-laki
생각하다 (saenggakhada): memikirkan
동생 (dongsaeng): adik
몇 (myeot): berapa

달 (dal): bulan
전에 (jeone): sebelumnya
결혼하다 (kyeorhonhada): menikah
기 때문에 (kittaemune): karena
돈 (don): uang
필요하다 (philyohada): membutuhkan
모르다 (moreuda): tidak tahu
쌀 (ssal): beras

한 (han): satu
가마니 (kamani): kantung
가지다 (kajida): memiliki
주다 (juda): memberi
아마 (ama): mungkin
받다 (patta): menerima
창고 (changgo): lumbung

놓다 (notta): meletakkan
다음 (daeum): esok, kemudian
살펴보다 (salphyeoboda): melihat ke sekeliling
수 (su): jumlah

어제 (eoje): kemarin
매우 (maeu): sangat
놀라다 (nollada): terkejut
이상하다 (isanghada): aneh
지난 (jinan): lalu
다시 한 번 (dashi hanbeon): sekali lagi
세다 (seda): menghitung

오늘 (oneul): hari ini
그래서 (keuraeseo): oleh karenanya
나르다 (nareuda): membawa
아침 (achim): pagi
변하다 (byeonhada): berubah
고개를 저다 (kogaeureul jeoda): menggelengkan kepala
저녁 (jeonyeok): malam

늦다 (neutta): terlambat
먹다 (meokta): makan
후 (hu): setelah
지다 (jida): mendapat, membawa
집 (jib); rumah
출발 (chulbal): memulai
하늘 (haneul): langit
보름달 (poreumdal): bulan pada tanggal 15 (bulan purnama)

밝다 (pakta): terang
누군가 (nugunga): siapapun
저쪽에서 (jeotchokeseo): di sana
무겁다 (mugeopta): berat
아니 (ani): tidak
아우 (au): saudara yang paling muda

알다 (alda): tahu
내리다 (naerida): jatuh
마주보다 (majuboda): berpandangan
웃다 (utda): tertawa
비밀 (pimil): rahasia
크다 (k’euda): besar
가족 (kajok): saudara
거느리 (keoneuri): memimpin


oleh Park Cheolsu melalui cafe daum pada 27 Maret 2007 dengan judul 형제의 우애 atau Two Brothers

0 Comments:

Post a Comment

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v