Friday, February 28, 2014

Sistem Pendidikan di Jepang


Wokeh.. hari ini aku balik lagi, sekarang tentang pendidikan di jepang. Mungkin ini hanya secara garis besarnya aja, ya buat informasi buat kalian yang mau sekolah di jepang. Aku juga mau sih sebenernya, tapi mungkin kuliah #gaknanya. Yaudah, langsung aja, ini dia... #tadaaa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkomitmen membangun sektor pendidikannya. Sejarah pun telah membuktikan bahwa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Yunani dan negara-negara maju lainnya, membangun bangsa dengan tahapan perdananya berorientasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghargai berkembangnya ilmu pengetahuan.


SD di Jepang
Dalam kesempatan ini, kita akan mencoba mengkaji system pendidikan di Jepang. Jepang dipilih karena keunggulan yang dimiliki dalam sistem pendidikannya dan saat ini, Jepang  merupakan salah satu negara di Asia dengan sistem pendidikan terbaik. Tahun 1970 sistem pendidikan Jepang sudah mampu mencapai tujuan-tujuan yang dicanangkan, dalam waktu “hanya” sekitar 25 tahun.

Sistem Pendidikan Jepang
Dalam hal ini, mungkin kalian tidak akan merasa asing, karena pola pendidikan di Jepang bisa dibilang sama persis dengan pola pendidikan di Indonesia, yaitu pola 6-3-3-4.



Penjelasan dari pola ini yaitu:
6 tahun di Shogakko (小学校) alias SD
3 tahun di Chugakko (中 学校) alias SMP
3 tahun di Kotogakko () alias SMA
4 tahun di Daigaku (大学) alias universitas/perguruan tinggi

Di Jepang juga diterapkan dengan istilah wajib belajar 9 tahun. Karena sifatnya yang “wajib”, jadi jika ada warga negara yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi. Untuk mendukung program ini, semua biaya pendidikan akan DIGRATISKAN baik dari segi biaya pendidikan maupun fasilitasnya seperti buku-buku dan lainnya.



Tidak ada sistem kenaikan kelas dan ujian kenaikan kelas atau kelulusan di SD, SMP dan SMA. Sehingga dalam program Wajib Belajar setiap anak secara otomatis naik ke jenjang berikutnya. Prestasi akademik dinilai melalui tes yang dilakukan secara bertahap pada setiap semester, tetapi bukan menjadi parameter kenaikan kelas atau kelulusan.

Setiap tahun ajaran memiliki tiga istilah kelas: kelas musim panas, kelas musim dingin dan kelas musimsemi, yang masing-masing diikuti dengan periode liburan. Tahun ajaran dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan Maret tahun berikutnya.

Statistik
Melihat statistik Jepang pada 10 tahun yang lalu (2003), mereka sudah memiliki:
  • 23.633 SD
  • 11.134 SMP
  • 5.450 SMA
  • 995 sekolah untuk penyandang cacat
  • 702 universitas
  • 525 junior college
  • 14.174 taman kanak-kanak
Sekitar 20,7 juta siswa yang terdaftar di lembaga pendidikan yang disebutkan diatas. Rasio rata-rata ukuran kelas di sekolah-sekolah pinggiran kota sekitar 35-40 siswa, meskipun rasio rata-rata nasional turun menjadi 28,4 murid per kelas pada tahun 1995.


Dari usia 12 tahun, anak-anak melanjutkan ke sekolah menengah. Pada titik ini, sekitar 5,7% dari siswa akan menghadiri sekolah swasta. Menurut survey 2005, alasan para orangtua memasukkan anaknya ke SMP swasta adalah:
  • Mereka ingin anak-anak mereka untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam prestasi akademik.
  • 45% melaporkan bahwa kriteria sangat penting yaitu bullying dan pembolosan. Angka ini menunjukkan bahwa bullying adalah pertimbangan penting. Kriteria yang penting dalam seleksi lainnya adalah jarak ke sekolah, lingkungan, dan apakah teman-teman yang baik juga menghadiri sekolah.
98% dari lulusan SMP akan melanjutkan ke SMA. Sebuah ijazah SMA adalah syarat minimum untuk mendapatkan pekerjaan yang paling dasar dalam masyarakat Jepang. Seperempat dari mereka akan memilih SMA swasta.


Tingkat siswa yang melanjutkan ke universitas dan perguruan tinggi junior adalah 44,8%, dan hampir 75% akan terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi swasta. Untuk lembaga pendidikan khusus terdapat 70 sekolah untuk orang tuli (rougakko), 107 sekolah untuk orang buta (mougakko), dan 790 sekolah untuk mereka yang cacat (yougogakko). Dan jumlah ini dianggap kurang memadai.

Kurikulum
Kurikulum SD meliputi Jepang, ilmu sosial, matematika, ilmu pengetahuan, musik, seni dan kerajinan, kerumahtanggaan, dan pendidikan jasmani. Penekanan lebih difokuskan kepada musik, seni rupa dan pendidikan jasmani.



Kelas pendidikan moral juga termasuk dalam kurikulum yang diadakan sekali dalam seminggu dengan penekanan pada sisi non-akademis dan dijalankan melalui rutinitas sekolah dan interaksi sehari-hari seperti pembersihan kelas dan kegiatan makan siang di sekolah.

Kurikulum SMP meliputi Jepang, matematika, ilmu sosial, ilmu pengetahuan, bahasa Inggris, musik, seni, pendidikan jasmani, kunjungan lapangan, klub ekskul, dan waktu wali kelas. Para siswa kini menerima pengajaran dari guru masing-masing mata pelajaran. Disini mereka akan dipersiapkan untuk ujian masuk SMA.


Bagi donggg  de:D
Untuk masuk ke SMA terdapat tes tertulis yang harus diikuti. Tes tersebut berbeda-beda sesuai dengan sekolah. Ada tiga macam jenis pendidikan menengah atas, yaitu sistem full-time, part-time, dan korespondensi. Sistem full time membutuhkan waktu 3 tahun, sedangkan dua sistem yang lainnya memerlukan waktu lebih dari 3 tahun.



Ada 3 macam jenis sekolah menengah atas yaitu SMA, SMK dan SMA Terpadu yang memadukan antara pendidikan umum dan kejuruan. Sebagian besar SMA juga menawarkan program kejuruan. Jenis SMK adalah pertanian, teknik, bisnis dan perdagangan, home economics, kesejahteraan dan pelayanan masyarakat, perikanan, kesehatan, Bahasa Inggris, musik, seni, olahraga, dan intercultural studies.


Seragam SMP di Jepang
Program kejuruan ini selalu diperbaharui mengikuti perkembangan dan permintaan industri.
Selain ini, SMA dapat digolongkan menjadi:
  • SMA Elite, disini para siswa akan difokuskan untuk dapat memasuki ke universitas-universitas papan atas nasional.
  • SMA Standar, sekolah-sekolah ini merupakan SMA utama.
  • SMA Korespondensi, menawarkan bentuk fleksibelitas pendidikan.
  • SMA Sore, kelas untuk siswa miskin (atau sambil bekerja) tapi ambisius untuk memperbaiki kekurangan pendidikan mereka.

Kehidupan di Sekolah
Sejak dini, para siswa diajarkan untuk menjaga hubungan kerjasama dengan rekan-rekan mereka.
Mereka didorong untuk mengembangkan loyalitas yang kuat untuk kelompok sosial mereka, misalnya kelas atau tim olahraga mereka. Kepemimpinan serta keterampilan berorganisasi juga diimplementasikan melalui peran yang ditugaskan untuk makan siang (kyushoku touban), atau ketua kelas, dan lainnya.


Suasana ajar mengajar untuk anak-anak SMP

Budaya mengajar di Jepang sangat berbeda dari sekolah-sekolah di barat. Guru sangat prihatin tentang pengembangan anak secara holistik dan menganggapnya sebagai tugas mereka, seperti pada hal-hal kebersihan pribadi, nutrisi, bahkan jam tidur. Siswa juga diajarkan sopan santun yang tepat, bagaimana berbicara sopan, bagaimana menghadapi orang dewasa, serta bagaimana berhubungan dengan rekan-rekan mereka dengan cara yang tepat.


Mereka juga diajarkan keterampilan berbicara di depan umum melalui pertemuan kelas serta banyak kegiatan sekolah lainnya. Kehidupan sekolah di Jepang juga tidak jauh dari masalah, seperti kenakalan, intimidasi/bulying (ijime) atau masalah perilaku.

Kehidupan siswa di SD pada umumnya adalah masa paling menyenangkan, kecuali untuk beberapa siswa yang diatur dalam masa transisi menuju SMP. Kerasnya usaha belajar demi lulus ujian masuk dapat dikatakan sebagai ciri kehidupan siswa di sekolah Jepang dimulai tepat sebelum masuk ke SMP.
Akibat dari tingkat daya saing yang tinggi (dan stres) sering dialami para siswa (dan ibu mereka). 

Dalam rangka untuk lulus ujian masuk ke lembaga pendidikan terbaik, banyak siswa menghadiri sesi belajarafterschool (juku atau Gakken) yang dimulai setelah kelas reguler di sekolah. Gaya pendidikan SMA mulai bergeser ke mode pengajaran yang berpusat dan sistematis, alternatif ini dipuji karena tingkat prestasi yang tinggi dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan dan dikritik karena monoton dan kurangnya kreativitas.

Demi mengejar prestasi akademik, sejak menduduki bangku SMP, para siswa akan menyibukan dirinya dengan juku. 59,55% dari para siswa akan menghadiri juku.

Cekidot video ini buat liat keseharian siswa Jepang>>http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=8V_SG43XFkQ. 

Peran Sekolah
Sekolah negeri cenderung berbeda dari sekolah swasta, karena masing-masing menjalankan filosofi yang berbeda, didasarkan pada tradisi dan karakter kepala sekolah dan guru yang menjalankan sekolah.
Namun demikian, terdapat beberapa kesamaan dan generalisasi pada peran dari sekolah Jepang.
  • Masih ada konsensus relatif kuat di Jepang bahwa sekolah adalah saluran utama untuk transmisi keaksaraan dasar dan keterampilan berhitung, sarana pengetahuan yang berguna, mempersiapkan masyarakat untuk lebih dewasa. Ini adalah peran perkembangan kognitif.
  • Proses pendidikan dan interaksi dalam kehidupan sekolah dianggap penting untuk menanamkan nilai-nilai positif yang diinginkan oleh masyarakat Jepang. Banyak sekali studi yang menekankan fitur-fitur sosialisasi dalam kehidupan sekolah di Jepang.
  • Sekolah dianggap menjadi persiapan untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam bekerja dan kehidupan bermasyarakat. Pada umumnya, sebagian besar orang Jepang percaya bahwa sekolah menawarkan kesempatan bagi semua anak untuk naik strata sosial jika mereka bersedia bekerja keras(dalam hal belajar tentunya). Hal ini bisa dilihat dari proses seleksi ke sekolah-sekolah yang jenjangnya lebih tinggi, mereka akan bekerja keras agar diterima sekolah favorit.
  • Sekolah adalah tempat yang sah, benar, dan netral bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan. Karena pendidikan yang didapat di sekolah bebas dari tekanan politik maupun kontroversi sejarah.


Pendidikan Tinggi
Jepang kini mulai mengalami penurunan populasi, secara tidak langsung mempengaruhi universitas dalam mempertahankan populasi mahasiswa mereka…walo begitu ya untuk masuk ke universitas papan atas tetap sangat kompetitif -__-”


Nih kakak-kakak SMA di Jepang
Masalah ini, membuat banyak universitas mencoba untuk menarik perhatian dari calon mahasiswa asing. Jepang memiliki sekitar tiga juta mahasiswa yang terdaftar di 1.200 universitas dan perguruan tinggi junior, hal ini membuat sistem pendidikan tinggi Jepang sebagai terbesar kedua di antara negara maju. 


Jepang juga merupakan salah satu pemilik sistem pendidikan tinggi swasta terbesar di dunia.
Terdapat 710 universitas di Jepang yang dapat dibedakan menjadi 3 kategori: sangat kompetitif, agak kompetitif dan non-kompetitif. Di Jepang, universitas negeri umumnya lebih bergengsi daripada universitas swasta.


Lebih dari 65% lulusan SMA melanjutkan studi mereka ke jenjang kuliah, sekitar 70% akan terdaftar di perguruan tinggi atau universitas swasta.

Meskipun memiliki statistik yang mengesankan, pendidikan universitas di Jepang dianggap sebagai link terlemah dalam sistem pendidikan negara itu. Pendidikan pascasarjana di Jepang bisa dibilang sedikit tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. 


Sekolahnya WOW banget!!

Ini disebabkan penawaran pendidikan pascasarjana yang lemah dan sejumlah universitas yang menawarkan program pascasarjana dengan jumlah yang kecil, dibandingkan dengan di negara-negara barat lainnya.

Well, setiap kelebihan pasti ada kekurangan, termasuk juga sistem pendidikan di Jepang. Terlepas dari itu semua, kita harus mengakui bahwa Jepang memiliki sistem pendidikan yang bisa dibilang nyaris sempurna. 

Ini bisa dilihat kalo Jepang adalah negara yang mencapai hingga 100% melek huruf dan memiliki tingkat melek huruf tertinggi di dunia sejak zaman Edo. Sistem pendidikan Jepang sangat dihargai oleh banyak negara, termasuk menjadi tujuan favorit calon mahasiswa dari Indonesia.

Jiahhh itu dia sekilas tentang pendidikan di Jepang! Gimana?? Ada yang berminat?? Oh ya, bagi yang mau tau tentang seragam SMA di Jepang, kalian bisa searchin aja di Google, dan itu sangat MINI!! Sekali lagi, ada tambahan, untuk ifo nih ya. Rata-rata rok seragam untuk siswa SMA di Jepang panjangnya 16,7 di atas lutut!!! Bayangin coba?? wew... ada juga yang 26 cm di atas lutut!! :v

2 comments:

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v