Wednesday, February 26, 2014

Cara Pemerintahan Jepang Agar Warganya MALAS Beli Mobil

CARA JEPANG MEMBUAT WARGANYA MALAS BELI MOBIL
Pemerintah Jepang memiliki kebijakan yang efektif untuk mengalihkan pengguna mobil pribadi ke transportasi masal. Seperti apa?
AGUS WIRAWAN, Tokyo


Nah.... ini dia, aku post artikel ini karna sekarang di Jakarta lagi maraknya mobil murah + mewah!! Hoho... berbalik dengan Jepang... di sana malah kayak begini nihh.. #buruanbaca

Membuat SIM di Jepang butuh biaya besar. Yang belum punya SIM sebelumnya harus menunjukkan sertifikat kelulusan dari tempat kursus mengemudi yang tarifnya JPY 200 ribu-JPY 300 ribu atau sekitar Rp 24 juta-Rp 36 juta (kurs JPY 1 = Rp 120). Pendatang yang sudah punya SIM dari negara asal tetap harus ujian praktik dengan biaya JPY 3.000. "Kalau 4-5 kali, tinggal kalikan saja," katanya.

Karena itu, warga Jepang yang sudah memiliki SIM pasti akan sangat berhati-hati dalam mengemudi. Negeri itu memberlakukan sistem poin untuk setiap pelanggaran yang pernah dibuat pengemudi. Dengan pembuatan SIM yang sangat ribet dan biaya yang cukup besar itu, banyak orang Jepang akhirnya malas membeli mobil.

Atase Perhubungan Indonesia di Jepang Popik Montanasyah menyebut mobil sebagai barang mewah. Bukan saja dari harganya yang mahal, tetapi biaya sehari-harinya juga sangat tinggi. Jumlah tempat parkir di Jepang sangat terbatas. Tarifnya juga sangat mahal. Belum lagi biaya tol dan harga BBM cukup tinggi, disertai denda yang berat kalau terjadi pelanggaran.

Kapasitas parkir gedung perkantoran di Tokyo tidak seperti di Jakarta yang muat ratusan mobil. Di Jepang rata-rata kantor pemerintah hanya menyediakan tempat untuk 20-40 kendaraan. Sementara itu, di mal-mal kapasitasnya hanya 50-100 kendaraan. "Tarifnya rata-rata JPY 600 per jam atau jika dikurskan ke rupiah sekitar Rp 72 ribu per jam," ungkapnya.

Ada juga yang menyediakan tempat parkir mini dengan tarif yang bervariasi. Mulai JPY 100 (Rp10.000)per 15 menit, JPY 200 (Rp20.000) per 20-30 menit, hingga JPY 500 (Rp50.000) per jam. Untuk parkir di tepi jalan diperbolehkan secara longitudinal hanya pada ruas jalan tertentu. Itu pun bayar dan hanya 15-60 menit, setelah itu harus pergi.

Biaya tol di Jepang juga sangat mahal. Tarif tol di Tokyo maupun kota lain berlaku sama, yaitu sekitar JPY 600 (Rp 72 ribu) untuk jarak dekat dan JPY 3.000 (Rp 360 ribu) untuk jarak jauh. "Dengan tarif parkir dan tol sebesar itu, orang Jepang malas untuk bepergian menggunakan mobil, kecuali benar-benar untuk keperluan yang sangat penting," ujar Popik.


Kyakkk... kantong mimpesss sektika kalo begitu mah!! Ya gak! Mendingan jalan kaki, terus naik angkutan umum Kereta Super Cepatnya Jepang yak?? Bersih... gak kayak di Indonesia. Dan itulah slaah satu faktor kenapa orang Indonesia suka beli mobil, mungkin karena angkutan Indonesia kebersihannya kurang, mau pemer, jiwa mengoleksi baranngnya tinggi #waksss and many other :D

Makanya, biar peminat angkutan umum di Indonesia meningkat, angkutan umumnya diperbaiki dulu dari barbagai macam segi biar pada nyaman... sekalian biar kagak MACET.... bagaimana pendapatmu?

(Sumber : jpnn.com)

0 Comments:

Post a Comment

Thanks for visit my blog. It's better if you feel free to comment and share. Include the address of this blog if you want to copy my article. I love my visitors and HAVE A NICE DAY ^^v